Lunar Luminescence (Chapter 4)

Lunar Luminescence

by Kiri-chan

KyuHyun/SungMin‘s FanFiction

~ Chapter 4 ~

oOo

Kyuhyun tak pernah menjaga apapun seumur hidupnya. Dia pemimpin klan, bukan baby sitter.

Tidak ada hal yang cukup berharga baginya meski itu Lunarian yang selama 17 tahun ini terlindung di balik tujuh dinding sihir berlapis mantra. Kyuhyun tak pernah berpikir untuk melindungi sudut dan sisi kamar luasnya dengan mantra pelindung jenis apapun.

Ruangan ini milik seorang Alpha. Anjing paling bodoh di kerajaan ini pun tahu diri untuk tidak mendekat apalagi lancang menerobos masuk.

“Kyu… hyun.”

Rasanya Kyuhyun ingin mengutuk dirinya sendiri.

Bruk!

Tubuh rusak itu terjatuh, Kyuhyun menangkapnya sebelum sempat menyentuh lantai yang membuat rembesan hangat cairan merah menyebar di bagian depan pakaiannya.

Kyuhyun panik.

Suara lemah yang mengeja namanya tadi menandakan si kelinci bulan masih hidup, paling tidak dengan pita suara dan lidah yang masih sehat wal-afiat.

Karena keadaan orangnya sendiri jelas jauh dari definisi ‘baik-baik saja’. Cakaran tiga kuku tajam menghiasi pipi kirinya, dan itu jelas bukan cakaran hewan jinak karena kelopak mata kiri Sungmin robek sampai sebagian besar warna putih bola matanya terlihat di baliknya.

Sepanik-paniknya Kyuhyun, dia bukan orang bodoh yang berteriak ‘apa kau baik-baik saja?!’ pada korban penganiayaan yang tubuhnya tercabik-cabik dari berbagai arah, tapi Kyuhyun tahu kelincinya akan baik-baik saja. Sungmin masih berdiri tegak dengan wajah separo hancurnya itu saat Kyuhyun membuka pintu kamar, dan daging-daging pucat yang berhamburan di lantai sudah cukup menjelaskan siapa yang memenangkan pertarungan.

“Siapa?” Kyuhyun mengangkat tubuh rapuh Sungmin hati-hati namun kakinya melangkah tergesa ke kolam pemandian yang pintu penutup ruangannya masih belum sempat diperbaiki setelah didobrak wujud serigala besar Heechul beberapa hari yang lalu.

“Tidak ingat… namanya… ukh…” Sungmin terpejam kesakitan saat tubuh penuh lukanya tercelup seluruhnya dalam kolam lavender.

Warna ungu air berubah merah dengan cepat, tapi Kyuhyun tak keberatan. Darah seorang Lunarian jelas lebih berharga dari air kolam.

“Aku juga tidak mau tahu soal nama.” Kyuhyun meraih sebelah kiri wajah Sungmin dengan air tergenang di telapak tangannya. “Tahan.” Dia menyiram air itu pelan-pelan.

Sungmin terlihat baik dalam mengikuti instruksi karena sekarang dia menggigit bibirnya kuat-kuat, menahan rasa sakit sampai urat-urat pembuluh darah di pelipisnya menegang.

“Proses healingmu lambat sekali,” Kyuhyun berkomentar dingin namun ada nada resah yang kentara disana. “Kau tahu kau bisa berteriak minta tolong dan aku akan selalu mendengarmu.”

Sungmin tak merespon.

Kyuhyun menatapnya sejenak dan berdecak kesal. “Kau pikir aku tidak akan menolongmu?”

Sungmin mendongak menatap Kyuhyun saat jari-jemari di pipi kirinya bergerak mengelus permukaan yang mulai menghalus.

“Dia kekasih vampir di malam berhujan itu.”

“Yang punya boomerang perak itu?” Kyuhyun melirik lemari kaca dengan boomerang perak berkilau terpajang di bagian rak paling atas. Bibirnya reflek menyeringai. “Oh, vampir betina itu pasti sangat marah melihat pusaka kekasihnya kupajang disitu.”

Sungmin mengangguk pelan.

“Kau menghadapinya dengan apa?”

Sungmin mengangkat tangan kanannya yang kini sudah terlihat utuh meski masih ada garis-garis merah menghiasi, dia mengepalkan tinjunya dan cakar perak tajam keluar dari setiap sela buku-buku tangannya.

“Ah, ini sudah sempurna.” Kyuhyun menelusuri cakar itu dengan ujung telunjuknya yang tak terlindung apapun, darah merah menetes dari goresan yang melukai kulitnya namun luka itu menutup dengan cepat.

Sungmin menatap kejadian itu dengan mata terpaku.

“Baru pertama kali melihatnya?” Kyuhyun terkekeh. “Kami para pemburu…” Dia menyentuh lembut kelopak mata kiri Sungmin yang bekas lukanya semakin memudar, “… tidak akan mati semudah itu.”

Sungmin mengerjap. Dengan ragu dia berdiri dari kolam dan melihat dengan jelas tak ada satupun goresan di seluruh bagian kulit putih susunya, padahal Sungmin yakin dia sempat melihat tulang rusuknya menyembul keluar tadi.

“Aku…” Sungmin kehilangan kata-kata.

Kyuhyun tersenyum. “Terimakasih kembali.”

Mata Sungmin melebar, menatap nanar ke dalam mata kelam Kyuhyun yang tetap saja terlihat tenang seolah tidak ada yang salah dengan kata-katanya.

“Aku ambil pakaianmu dulu.” Alpha muda itu bangkit begitu saja, menjauhi Sungmin yang terus memandang punggungnya dengan darah yang pelan-pelan menggelegak.

Terimakasih kembali’, katanya?

Apa dia mengira tindakannya mengubah Sungmin menjadi predator kejam patut diberi ucapan terimakasih?

Geraman serigala yang samar menghentikan langkah Kyuhyun.

Entah karena matahari yang semakin terbenam atau suasana yang perlahan menggelap, aura di sekeliling ruangan mulai terasa mencekam.

Kyuhyun tahu amarah itu ditujukan untuk dirinya, Kyuhyun tahu.

Jadi dia tak bisa menahan diri untuk tidak berbalik saat sosok serupa hewan buas itu membantingnya keras, menahan tubuhnya dengan cakar-cakar tajam.

Deru napas menerpa wajah Kyuhyun dari balik taring-taring yang berjajar. Geraman dalam tersimpan di tenggorokan seolah dapat meledak kapan saja.

Kyuhyun tak dapat merasakan apapun, termasuk punggungnya yang sedikit ngilu saat bertabrakan dengan lantai pualam dingin, atau tekanan dua kaki bercakar tajam di atas tubuhnya yang bisa saja membuat tulang-tulangnya retak jika Kyuhyun tidak segera melawan. Namun sang Alpha bermata kelam itu tetap terdiam, dengan mata menatap takjub.

“Indah sekali…”

Deru napas yang sedari tadi menghembus keras tiba-tiba saja berhenti sejenak. Taring-taring tajam bersembunyi di balik rahang yang perlahan menutup rapat.

Kyuhyun mengulurkan kedua tangan tanpa perlu bersusah payah demi menggapai kepala yang sedari tadi berjarak dekat dengannya.

“Kau tidak melawan vampir tadi dengan wujud ini, kan?”

Jemarinya menelisik bulu-bulu sewarna salju yang bersih dan terasa lembut.

“Aku yang pertama kali melihatnya, kan?”

Kyuhyun terus menyentuh dengan tatapan memuja.

“Ya, kan? Sungmin?”

Serigala berbulu putih dengan mata biru safir yang baru saja menjatuhkan Alphanya dengan berani, kini menatap ragu-ragu dengan hati berdebar asing.

Dia memundurkan langkahnya dan matanya menangkap dengan jelas refleksi dirinya pada lantai pualam yang bening, refleksi yang menurutnya tampak mengerikan.

Namun Kyuhyun seolah tak ingin membiarkannya menatap arah lain. Dia berjalan menghampirinya dan lagi-lagi menangkup kedua sisi kepalanya, memaksa mata mereka bersitatap.

Kyuhyun dalam wujud manusianya tidak lebih besar atau lebih tinggi dari wujud Sungmin sekarang, Kyuhyun bahkan tak menggunakan kuasanya sebagai Alpha. Sungmin tak mengerti kenapa dia tak dapat melakukan apapun selain menyaksikan bayangan sosok serigala putih dengan salib hitam berpendar di dahi yang terpantul di mata Kyuhyun perlahan berubah menjadi wajahnya yang biasa dia kenal—seseorang dengan wajah mungil dan rambut pirang—dan jatuh ke pelukan Kyuhyun.

Sungmin juga tak mengerti kenapa jantungnya berdebar saat Kyuhyun memeluknya dan menutup tubuh telanjangnya dengan jubah yang kebetulan saat ini dikenakannya, atau saat Kyuhyun mengecup puncak kepalanya dan menghirup wangi rambutnya dalam.

“Sungmin…”

Jarak yang terlalu dekat membuat Sungmin tak dapat melihat Kyuhyun dengan jelas, namun dari gerakan bibir Kyuhyun yang menelusuri pipinya, Sungmin tahu werewolf bermata kelam itu sedang tersenyum.

“Sungmin…” Sang Alpha berbisik sekali lagi sebelum mengklaim bibir Lunarian-nya lembut dan menciumnya mesra.

Sungmin merasa kakinya tak sanggup lagi berpijak dengan benar. Pipinya memanas meski udara di ruang pemandian itu terasa dingin.

“Sebentar lagi bulan purnama berikutnya…” Kyuhyun menyandarkan dahinya pada dahi Sungmin, menatap mata hazel yang jernih itu tajam. “Tepat satu bulan setelah aku resmi menjadi Alpha.”

Tepat satu bulan setelah aku kehilangan keluargaku.

Sungmin menunduk murung saat menyadari itu, namun kembali menatap Kyuhyun saat jemari sang Alpha mengangkat dagunya lembut.

Sentuhan tulus kembali menyapa bibirnya, kali ini lebih ringan disusul kalimat yang dilontarkan tegas tanpa keraguan.

“Sungmin, aku jatuh cinta padamu.”

Detak jantungnya berhenti.

Sungmin dapat melihat ekspresinya sendiri yang terbelalak syok dalam pantulan mata tajam Kyuhyun.

“Aku sedang tidak menawarkan atau meminta apapun, karena kau sudah jadi milikku sejak croix noire ini bersinar di dahimu.” Kyuhyun menyibak ringan poni Sungmin dengan telunjuknya saat lambang salib hitam berpendar disana. “Hanya ingin memberitahu saja, karena aku tidak mungkin terus-terusan diam…”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya sekilas, membuat Sungmin merasa sedang berhadapan dengan anggota keluarga kerajaannya bukan dengan predator berdarah dingin yang biasanya berwajah keras, namun dia segera membuang pikirannya jauh-jauh saat mata tajam Kyuhyun kembali menghujam ke arahnya.

“… itu lambang calon pengantin.”

Sungmin membeku, tidak ingin Kyuhyun menjelaskan lebih jauh.

oOo

“KAU DAPAT CALON RATU?!”

Heechul menyemburkan darah babinya membuat Kyuhyun mengernyit jijik.

“KAU, KYUHYUN, BOCAH BELUM CUKUP UMUR YANG SAMA SEKALI TIDAK PANTAS JADI RAJA DAPAT CALON RATU?!”

Cakar-cakar jemari Kyuhyun menyembul seperempat.

“Kau pasti bercanda! HAHAHAHAHAHA!”

Kyuhyun akan sangat senang membuat hyung kurang ajarnya ini jadi serigala botak.

“Hyung.” Kyuhyun tersenyum terpaksa yang lebih terlihat seperti seringai aneh. “Kau tahu mencari istri sama sekali bukan hal sulit untukku.”

“Kau selalu kabur-kaburan setiap kali para tetua memberikan kandidat calon ratu,” tuding Heechul. “Lagipula kau masih sangat hijau soal urusan cinta, jangan bilang kau mau asal menikah agar cepat-cepat jadi Alpha yang sesungguhnya?”

Kyuhyun berusaha membuat senyumnya terlihat benar kali ini. “Hyung, kau terlalu meremehkanku.”

oOo

Ini berbeda dengan upacara pemberkatannya yang hangat diterangi sinar bulan.

Segalanya terasa dingin, kastil hitam yang tertutup ini begitu mengerikan. Geraman serigala dari segala penjuru membuat tubuh mungil Sungmin gemetar hebat. Tanpa ragu kedua lengannya memeluk tubuhnya sendiri, merapatkan jubah hitam yang menutupinya dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Bola mata hazel Sungmin memberanikan diri mengintip dari balik bayangan jubahnya. Mengamati prosesi para tetua di tempat ini, yang meskipun tidak dipahami Sungmin, tapi berhasil membuatnya semakin cemas.

Apa yang terjadi?

Sungmin hanya ingat pangeran serigala itu mengangkat tubuhnya dengan lembut, mengerudunginya dengan jubah hitam, dan membawanya langsung ke tempat ini. Tak membiarkan seorangpun menyentuh Sungmin ketika para pelayan di istana itu menawarkan diri untuk menggantikan sang pangeran membawa Sungmin ke tempat ini.

Apa aku akan dikorbankan? Sungmin menggigit bibir bawahnya cemas. Mencoba mundur selangkah namun lengan kokoh itu segera melingkari pinggangnya sigap. Sungmin tersentak, tak sengaja bertemu pandang dengan sepasang manik gelap mengerikan milik sang pangeran serigala.

Sungmin makin memejamkan matanya ketakutan saat napas dingin serigala itu berhembus di sekitar wajahnya.

“Kau takut?”

Pertanyaan yang justru membuat si kelinci makin ketakutan.

“Jangan khawatir. Kau hanya perlu diam dan ikuti ritualnya dengan benar. Maka semua akan baik-baik saja.”

Sungmin tak yakin dia akan baik-baik saja.

Dia hanya bisa memejamkan matanya erat saat mereka berdua naik ke atas semacam altar. Hangat jemari Kyuhyun terasa saat pangeran serigala itu menurunkan tudung hitam Sungmin, memperlihatkan wajah cantik sang Lunarian di bawah sinar bulan yang redup.

“Kau yakin dengan semua—”

Interupsi dari salah satu tetua itu terpotong oleh geraman serigala dari tenggorokan Kyuhyun. Sungmin tak berani menatap Kyuhyun saat ini, dia dapat membayangkan mata hitam itu sedang menatap dingin sekaligus mengancam.

“Aku pimpinan kalian. Berani menyela keputusanku, resikonya mati.” Terdapat tekanan mengerikan pada kata terakhir Kyuhyun.

Sejenak tak ada lagi yang bicara. Hening.

Sinar bulan turun menyapu lembut wajah Sungmin, juga wajah pucat Kyuhyun yang mendekat ke arahnya. Sungmin dapat merasakan tubuhnya gemetar dan membeku di saat bersamaan. Tak dapat bergerak di saat kau benar-benar ingin lari, seperti itu rasanya.

Telinganya mendengar geraman-geraman aneh dari para tetua yang berjejer. Geraman yang rendah, namun kian meninggi seiring cahaya bulan yang dirasanya semakin terang.

Sungmin tak tahu apa maksudnya itu. Terdengar seperti bahasa kuno, yang hanya bisa dimengerti kawanan serigala itu sendiri. Terdengar… mengerikan.

Udara terasa mencekam saat kondisi kembali hening. Kyuhyun mematri seringai di wajahnya yang pucat. Mendekat satu langkah ke arah Sungmin yang masih membeku. Tangan keduanya kini bertaut dalam genggaman Kyuhyun yang posesif.

Napas hangat sang serigala semakin menerpa saat wajah pucat itu menunduk, sedikit memiringkan kepalanya saat bibirnya berhasil meraih bibir pinkish Sungmin.

Sungmin terbelalak, dalam kecupan panas yang baginya terasa membingungkan.

Sebenarnya… ritual macam apa ini?

oOo

To Be Continued

 

Advertisements