Snow Prince (Chapter 12)

Snow Prince

written by Kiri-chan

Disclaimer :

All of characters here belong to SM Entertainment, God, theirselves, their family, Cassiopeia, E.L.F, SHINeeworld. Additional for the evil maknae Cho Kyuhyun, he is Lee Sungmin’s, anyone who wanna get him have to ask Sungmin’s permission first (Kyuhyun said it himself).

Characters :

Cho Kyuhyun, Kim Sungmin, Jung Yunho, Kim Jongwoon, Shim Changmin, Zhou Mi, Choi Siwon, Han Geng, Lee Donghae, and others.

xXx

~ Chapter 12 ~

xXx

“Hyung, kapan pulang?”

“Mmmpphh… yah, sebentar lagi, Minnie-yahh~”

Sungmin mengernyit jijik. Jadi ini hyungnya yang selama ini selalu menjunjung tinggi nilai norma dan susila yang ada? Cih! “Jauhkan Wookie darimu saat sedang menelepon, hyung. Menjijikkan.”

“Apa yang katamu menjijikkan, Sungminnie~?” Yesung terkekeh geli. “Jangan berani bilang begitu setelah hyungdeul mendengar suaramu dan Kyu tadi siang~~”

Sungmin tersentak. “Hyung, kau mabuk ya?”

“Sungminnie, jangan mengelak~ hyungdeul mendengarnya sendiri, dan yang dimaksud ‘hyungdeul’ disini adalah KAMI SEMUA.”

Tinju Sungmin terkepal. Oke, dia bukan tipe orang yang keberatan ketahuan… jika sedang bersama seorang gadis. Tapi ini laki-laki dan ini Kyuhyun, KYUHYUN!

“Kalian semua mabuk dan hanya salah dengar, hyung.”

PIK!

Ibu jarinya menghajar tombol call end penuh emosi. Sebodo amat soal Yesung yang mungkin menertawakannya di seberang sana. Sungmin hanya tidak ingin mendengar apapun.

“Sungminnie…”

Grepp!

“Tsk…” Sungmin tak perlu menoleh. Tidak ada orang lain lagi selain bocah Cho menyebalkan ini.

“Pakai pakaianmu, Kyuhyun. Pelayan bisa saja melihatmu.”

“Ini ruangan yang seharian ini dipakai untuk aktivitas hyungdeul. Pelayan tidak mungkin berani kemari.” Suara mengantuk Kyuhyun makin tenggelam dalam bahu Sungmin karena bocah itu menyelusupkan wajahnya disana.

“Tapi bagaimana caramu kesini tanpa dilihat pelayan?” Sungmin menyipitkan matanya. Jemarinya merapikan selimut tebal Kyuhyun yang melorot di bagian bahu. Apa bocah ini sedang kedinginan? Di luar memang sedang turun salju, tapi tidak begitu lebat.

“Pelayan tidak sedang berkeliaran. Apa kau tidak memanggil mereka untuk masak makan malam?”

“Makan malam sudah tersedia, tapi aku tidak lapar.” Mata Sungmin kembali pada layar televisi yang dia tonton sebelum menelepon Yesung tadi.

Ada hening yang cukup lama setelah itu. Pelukan Kyuhyun mengerat, namun Sungmin dapat merasakan deru nafas si pemuda Cho yang mulai naik turun teratur.

“Tidur lagi?” Sungmin melirik dan benar-benar menemukan Kyuhyun yang terlelap damai. “Tsk… kalau masih begitu mengantuk kenapa harus mencariku sampai lantai bawah?”

“Min…”

Dia mengigau.

“Minnn…”

Atau bukan?

“Hmmm?” Sungmin merespon asal.

“Aku mencintaimu.”

Cheesy =,=

“Jangan bertingkah seperti gadis-gadis yang pernah kukencani, Kyu.”

Alis Kyuhyun bertaut dalam, jelas sekali terlihat kesal hanya saja dia tidak ingin membahas soal itu lebih jauh. “Laki-laki juga bisa seperti ini kan?”

“Entahlah.” Sungmin menekan-nekan tombol remote TVnya sebal. Kenapa tidak ada tayangan yang bagus sih?

“Kau tidak ingin makan?”

Sungmin menoleh tidak sabar. “Kalau kau benar-benar lapar kau bisa makan sendiri, Kyu.”

Diam lagi.

“Kau jadi dingin.”

“Hn?” Alis Sungmin bertaut bingung.

“Padahal seharian ini kau hangat.” Rengkuhan lengan Kyuhyun mengerat lebih lagi, menenggelamkan tubuh mungil Sungmin dalam selimut tebal yang dikenakan si pemuda pucat.

“Kyu…” Sungmin menatap khawatir. “Kau menyakiti dirimu sendiri.”

“Sama sekali tidak menyakitkan jika kau bersamaku,” balas Kyuhyun cuek, jemarinya mulai meloloskan kancing kemeja Sungmin satu demi satu.

“MING!”

Kyuhyun mendecih.

“Heechul hyung? Apa yang—” Sungmin terbelalak saat hyungnya yang cantik itu datang mendekat dengan langkah menghentak.

Grep!

Sungmin berhasil mencekal tangan Heechul yang nyaris meraih Kyuhyun. “Mau apa kau, hyung?”

Heechul tercekat. Suara Sungmin terdengar normal, namun siapapun dapat melihat aura penuh intimidasi disana. “Ming, kau…”

“Ambil pakaianmu, Kyu.” Sungmin menarik Kyuhyun yang masih bergelung dalam selimutnya mirip kepompong.

“Urgh… ya.” Kyuhyun sempat menoleh ragu ke belakang.

Tatapan murka Heechul untuknya sudah tidak ada, berganti tatapan nanar yang tertuju pada Sungmin.

oOo

“Apa itu tadi?”

Sungmin masih duduk di ranjangnya saat Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap.

“Entahlah.” Sungmin bangkit menghampiri Kyuhyun. “Mungkin dia tertarik padamu dan mendadak ingin menyentuhmu juga, siapa tahu?” godanya dengan jemari membantu Kyuhyun yang payah soal mengeringkan rambut sehabis keramas.

Kyuhyun terdiam. Bulu kuduknya bisa merinding jika dia percaya kata-kata Sungmin.

“Apa Heechul hyung tahu—” Jemari Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin, “—soal Jungmo hyung?”

Sungmin mengerjap. “Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?”

“Sepertinya dia tidak suka jika aku dekat denganmu.” Jemari Kyuhyun bermain di kerah kemeja Sungmin. “Apa dia pendukung Jungmo hyung?”

Alis Sungmin bertaut. “Tidak tahu.” Bibirnya membentuk pout saat dia berpikir lebih dalam. “Tapi mereka berdua memang teman baik.”

Kyuhyun terkekeh, menahan Sungmin yang tersentak setelah Kyuhyun mengecup bibirnya sekilas. “Tidak heran jika dia menghalangiku habis-habisan.”

Sungmin menatap serius. “Kau baik-baik saja, Kyu?”

“Hm?” Kyuhyun mengerjap heran meski masih tersenyum lebar. “Maksudmu, Min?”

Sungmin terdiam ragu, jemarinya menarik kain kemeja di bagian dada Kyuhyun pelan. “Soal Jungmo hyung…”

“Aku baik-baik saja.” Senyum Kyuhyun berubah lembut. “Asal kau bersamaku.”

Sungmin mendongak, berusaha mencari tanda-tanda kebohongan disana. Tapi nihil. Ekspresi Kyuhyun tampak murni dan tulus. “Apa kau benar-benar mencintaiku?”

Kyuhyun tersentak. “Maaf?”

“Kalau kau mencintaiku seharusnya kau cemburu, kan? Seharusnya kau sakit hati, kan? Tapi kau—”

Grep!

Tidak ada perlawanan. Namun Kyuhyun mencengkeram pinggang Sungmin terlalu erat, terlalu posesif. Bibir tipis itu terdiam telak dalam kendalinya. Detak jantungnya, deru nafasnya… Kyuhyun takut Sungmin dapat mendengar teriakan frustasinya di balik itu semua.

“K-Kyu?” Suaranya yang berbisik lembut masih terengah. Matanya menatap Kyuhyun cemas.

“Jika aku menunjukkan yang sebenarnya—” Bola mata Kyuhyun menggelap, “—kau akan menjauh dariku dengan dalih ‘tidak ingin menyakitiku’, kan?”

Sungmin menunduk. Kyuhyun mengangkat dagunya, mengusap hati-hati saliva yang masih tersisa di bibir sewarna mawar itu. “Aku tidak akan menjauh darimu, barang selangkahpun. Tidak akan. Meski Jungmo hyung yang jadi alasan. Aku tidak peduli.”

Mungkin kalimatnya terdengar kacau, tapi Kyuhyun memang sudah tidak sanggup berpikir lebih jauh. Jemari panjangnya menarik tengkuk Sungmin, mengajak pemuda manis itu mereguk nafas dengannya sekali lagi.

“Aku mencintaimu.”

Satu kecupan.

“Sungguh-sungguh mencintaimu.”

Dan seterusnya.

“Aku juga mencintaimu…”

Tubuh Kyuhyun menegang, hatinya belum siap jika dia harus mendengar nama ‘Jungmo hyung’ lagi seperti yang dia dengar beberapa kali hari ini.

Sungmin menggeleng, bibirnya tersenyum manis melihat wajah kaku Kyuhyun. “Aku akan berusaha mencintaimu,” bisiknya serius. “Ng… jika aku bisa melupakan Jungmo hyung?”

Bibir Kyuhyun mengunci senyum polos Sungmin dengan satu geraman frustasi.

oOo

“Kau orang yang kejam.” Heechul berdiri di sampingnya. Menemaninya yang mengawasi kepergian Kyuhyun dari balik jendela. “Apa kau tidak bisa mengatakan ‘tidak’?”

“Aku sudah berkali-kali mengatakan ‘tidak’, hyung. Berkali-kali.” Sungmin masih belum mengalihkan pandangannya meski sosok Kyuhyun sudah menghilang dengan mobil Changmin yang membawanya.

Heechul mengusap poni yang menutup dahinya. “Tapi kau bukan tipe orang yang mudah dipaksa, Ming.”

Sungmin tersenyum kecil. “That’s obvious, hyung.”

“Jadi…” Sudut mata Heechul melirik. “You got laid?

Tak ada respon.

No need to answer.” Heechul mendengus. I can see the mark from here.”

Sungmin merapatkan kerah kemejanya dengan tawa pelan. “He’s way too serious, hyung.”

Gay marriage is still banned here. You should back to America, precisely Cali or New York will be better.

Buak!

“Hyung!” Sungmin menatap kesal wajah cuek Heechul. “Please don’t kid!

“Aku tidak bercanda.” Heechul mengusap lengannya seolah pukulan Sungmin tadi hanya gigitan nyamuk yang mampir. “Cho Kyuhyun itu kelihatannya memang tipe orang yang minta pertanggungjawaban setelah ditiduri.”

Sungmin memutar bola matanya. “Kau membuatnya terdengar seakan aku yang memaksanya, hyung.”

“Meski fakta berkata sebaliknya, aku yakin dia akan tetap memintamu bertanggung jawab.” Heechul menyeringai. “Keberatan, Ming?”

Sungmin mendengus. “Yang jelas aku tidak akan menikah dengannya besok.”

“Whoa! Jadi suatu hari nanti?” Heechul bersorak dengan wajah sok ceria. “Supaya lebih jelas kau harus tentukan tanggal dari sekarang, Ming!”

Shut the hell—” Sungmin mengatupkan bibirnya sebelum kalimat yang lebih buruk keluar. “Lupakan, hyung.”

Hening lagi beberapa saat. Mereka bisa mendengar Hankyung menendang-nendang pintu kamarnya pelan, tapi tidak ada yang peduli =,=

“Hyung, sebaiknya kau kembali. Kasihan Hankyung hyung.” Teguran Sungmin terdengar menyindir.

“Biarkan saja,” balas Heechul santai. “Hitung-hitung dia bisa menemani Changmin yang sedang ngambek di pojok kulkas.”

“Changmin hyung sedang mengantar Kyuhyun pulang.”

Heechul mengerjap. “Kau tidak khawatir?”

“Apanya?” Sungmin menoleh heran.

“Kalau mereka berdua macam-macam.” Heechul memainkan jemarinya, memasang wajah polos yang dibuat-buat. “Kau tahu? Seharian ini Changmin hanya menonton kami melakukan ini dan itu. Aku yakin dia sangat frustasi dan mungkin bisa melampiaskannya pada Kyuhyun.”

“…”

“Ming?”

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, hyung.” Sungmin tersenyum manis, tangan mungilnya menepuk bahu Heechul dua kali. “Sebaiknya kau cepat tidur. Selamat malam.”

“Lee Sungmin.”

Langkah Sungmin terhenti. “Sekarang margaku ‘Kim’, hyung.”

“Apa kau kelepasan menyebut nama Jungmo saat tidur dengan Kyuhyun?”

Sungmin tersentak. Sinar matanya menggelap saat berujar dingin, “Apa itu penting, hyung?”

“Jawab saja.” Heechul melipat kedua tangannya di depan dada, menatap tegas.

“Dua kali,” jawab Sungmin tanpa ekspresi. “Selebihnya tidak tahu.”

“Mungkin memang lebih.” Heechul menyeringai sinis. “Dia pasti sangat sakit hati.”

“Aku tahu.” Sungmin menghela nafas. “Tapi itu salahnya sendiri, aku sudah berkali-kali memberinya peringatan.”

“Kupikir dia sangat hebat, masih mau bertahan bahkan setelah menghadapi kenyataan tentangmu.” Heechul terkekeh. “Tadinya kukira dia hanya bocah egois dan payah.”

“Dia memang…” Sungmin tersenyum tipis, “bocah egois dan payah.”

Telapak tangan Heechul mendarat di puncak kepala Sungmin. “Jangan lupakan prinsip kita, Ming. Jangan bermain-main dengan orang yang serius. Jika kau tak serius dengannya, lebih baik cepat tinggalkan.”

Sungmin tersenyum, setengah menyeringai. “Hankyung hyung serius, hyung. Hyungdeul yang lain juga.”

“Aku tahu.” Heechul meremas helai pirang platinum Sungmin pelan. “Karena itu kami akan pergi besok.”

Mata Sungmin melebar. “Besok?”

“Hm…” Heechul mengangguk, hidungnya mencium wangi rambut Sungmin seksama. “Kalau kau tidak serius dengan Kyuhyun, ikut saja dengan kami. Korea akan semakin mengikatmu dengannya, Ming.”

“Aku…” Suara Sungmin terdengar ragu. “Aku sudah janji… akan berusaha mencintainya, hyung.”

Heechul melotot, tubuh rampingnya seketika menjauh dari Sungmin. Tangannya mencengkeram bahu pemuda mungil itu seolah memastikan kalimat yang dia dengar tadi memang benar adanya. “K-kau… kau yakin?”

Sungmin menggigit bibir bawahnya.

“Tsk…” Cengkraman Heechul melonggar. “Kau tidak mungkin serius.”

oOo

“H-Hai!” Kyuhyun mengangkat satu tangannya di depan cermin. “S-selamat pagi, Min! Hari ini cerah—ukh…”

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya keras. “Terdengar terlalu dipaksakan,” keluhnya lirih. “Harus yang lebih santai, harus yang lebih santai…”

Dia merapikan dasi dan kembali menatap tegak ke arah cermin. “Selamat pagi, Min. Apa tidurmu nye—” Kyuhyun melotot, menyadari warna merah yang sedikit mengintip dari balik kerah kemejanya. “ARRRRGGGHHHHH!”

“KYUHYUN HYUNG!”

Pintu kamarnya terbanting terbuka.

“T-Taemin?” Kyuhyun menoleh shock, jari-jarinya masih mencengkeram rambut eboninya frustasi.

“Kau kenapa, hyung?!” Taemin berjongkok, mengikuti posisi Kyuhyun. “Tingkahmu aneh!”

“Aku tidak apa-apa.” Kyuhyun mengibaskan tangannya di depan wajah Taemin. “Jangan hiraukan aku.”

“Mana mungkin jangan hiraukan!” pekik Taemin kesal. “Semalam kau terus tersenyum sekaligus menangis seperti orang gila, dan pagi ini semakin parah! Sebenarnya kau kenapa?!”

I’m okay, Taemin-ah.”

Taemin menautkan alisnya. “Ada hubungannya dengan Sungmin hyung?”

DEG!

“A-apa?” Kyuhyun mengangkat wajahnya.

“Aku tahu.” Taemin melipat kedua tangannya di depan dada saat melihat wajah hyungnya yang merah padam. “Kau selalu kelepasan bicara dengan bahasa Inggris setiap kali memikirkan Sungmin hyung.”

Kyuhyun terbelalak. “TI-TIDAK SEPERTI ITU!”

“Mencurigakan.” Taemin menyipitkan matanya. “Kau tidak pernah menyembunyikan sesuatu dariku, hyung. Apa terjadi sesuatu?”

Kyuhyun menggeleng keras.

“Hmm…” Taemin menegakkan tubuhnya, tatapan matanya mulai terlihat mengancam. “Jika kau tidak memberitahuku disini, aku akan terus memaksamu sampai kau kelepasan bicara di bus nanti.”

Kyuhyun membeku. Sejak 7 orang itu berhenti menjemputnya ke sekolah, dia memang selalu naik bus bersama Minho dan Taemin. “A-aku…”

“Aku menunggu, hyung.” Taemin mengetuk-ngetukkan jemarinya ke lantai.

“Kemarin…” Kyuhyun menelan ludah, ragu-ragu harus menceritakannya pada Taemin atau tidak.

“Aku masih menunggu.” Ketukan jemari Taemin terdengar lebih keras.

“Kemarin…” Kyuhyun menyembunyikan wajahnya yang terbakar di balik lutut. “Kemarin… kemarin aku menikah dengan Sungmin.”

Rahang Taemin terjatuh. “A-apa?”

Kyuhyun meremas kain celana di bagian lututnya.

“Menikah? Maksudmu… kau dan…” Taemin terlonjak shock, menyadari tepatnya apa yang dimaksud Kyuhyun. “APAAAAAAAAAA?! KAU BILANG APA?! KAU BILANG APAAA?!”

“CHO TAEMIN!”

BRAKKK!

“E-eomma…?” Taemin melotot saat ibunya memukul pintu kamar Kyuhyun dengan gagang sapu.

“MASIH PAGI SUDAH BERISIK!” Wanita paruh baya itu mengangkat sapunya tinggi-tinggi. “CEPAT ANTAR HYUNGMU KE SEKOLAH SANAAAA!”

Buk! Buk! Buk!

“HUWAAAAA! AMPUUUUN! IYA, EOMMMAAAAAA!”

oOo

“Pagi, Kyuhyun.”

“P-Pagi.” Kyuhyun membalas salam salah seorang teman sekelasnya dengan mata yang masih melotot bingung. “Kenapa sepi sekali?”

“Aku juga tidak mengerti.” Teman sekelas yang lain hanya mengangkat bahu, langsung memahami apa yang dimaksud Kyuhyun dengan ‘sepi’. “Mungkin mereka datang terlambat, bahkan guru mata pelajaran pertama hari ini juga izin tidak masuk.”

Kyuhyun mengatupkan bibirnya. Dengan cepat diraihnya ponsel dari dalam saku, jantungnya entah mengapa berdebar tidak nyaman.

Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, silakan hubungi beberapa saat…”

Kyuhyun melotot horror melihat layar ponselnya menampilkan nomor Sungmin yang gagal dihubungi. Otaknya berputar cepat meski panik. Jemarinya segera menekan nomor Yesung tanpa pikir panjang.

“H-halo, hyung?”

KYUHYUN-AAAAAAH!”

Kyuhyun terlonjak shock. Suara Yesung terdengar keras tapi berat dan tersendat. “H-hyung?” Kyuhyun menggenggam ponsel di telinganya panik. “Apa yang terjadi?”

MEREKA PERGI! MEREKA PERGIIIII! HUHUHUHUHU! WOOKIE-YAAAAH!”

HENLI-YAAAAH! HIKS! HIKS! HIKS!”

HEENIM!”

KIBUMMIEEEE!”

BOOJAEEEEEE!”

HYUKKIEEE! HUWAAAAAAAA!”

Suara-suara aneh mulai terdengar bersahut-sahutan nyaring dari seberang telepon. 7 pangeran tampan itu mulai main drama lagi rupanya, tapi sayangnya Kyuhyun tak sempat ambil peduli. “S-Sungmin?” Hanya itu yang keluar dari bibirnya yang bergetar.

H-Hiks… a-apa?”

“Sungmin, hyung! SUNGMIN! Apa Sungmin bersamamu?!” bentak Kyuhyun tidak sabar.

S-Sungmin…” Yesung terdengar menghirup ingusnya sejenak sebelum lanjut bicara dengan suara terbata. “K-kalau dipikir… hiks… a-aku belum melihatnya pagi ini. A-apa ada yang melihatnya?”

DEG!

“HYUNG!” Kyuhyun berteriak frustasi. “KITA HARUS KE BANDARA! SEKARANG JUGA!”

oOo

Beruntung status internasional bandara Gimpo sedang dialihkan ke Incheon. Jadi mereka tak perlu repot-repot mengecek dua bandara dalam waktu singkat. Dalam mobil Yesung yang melesat dengan kecepatan tinggi, Kyuhyun memandangi layar ponsel frustasi. Jemarinya bergerak cepat mencari jadwal penerbangan paling pagi dari Seoul. “Tunggu…” Kyuhyun melotot.

“K-kenapa, Kyuhyun-ah?” Zhou Mi menoleh bingung.

“Penerbangan ke Los Angeles untuk hari ini paling cepat jam 3 sore, hyung.” Kyuhyun membeku. “Mungkin… mungkin mereka sedang ada di tempat lain. Kita masih bisa mencegah mereka.”

“Menurutmu mereka belum pergi ke bandara?” Yesung berbicara dari kemudi depan.

“Tapi mereka sudah berkemas, hyung! Tidak ada barang-barang yang ketinggalan!” Donghae menyela cepat. “Mana mungkin mereka masih jalan-jalan di Seoul dengan barang-barang sebanyak itu!”

“Ya, Hae benar.” Hankyung mengangguk setuju. “Apalagi barang-barang Heenim…”

“Jae juga, seperti orang pindah rumah,” sambung Yunho.

“Kecuali…” Tinju Siwon terkepal kuat. “Kecuali tujuan mereka bukan L.A.”

“Memangnya mereka mau kemana lagi selain L.A?!” sentak Changmin kesal. “Mereka datang dari L.A!”

Hening mendadak.

Semua mata tertuju pada Changmin.

“Changmin-ah?” Yunho melongo. “Kau sedang apa disini?”

Changmin melotot. “Jangan mentang-mentang…” Telunjuknya menuding wajah Yunho penuh emosi. “… jangan mentang-mentang karena AKU SATU-SATUNYA YANG TIDAK DAPAT PARTNER AKU JADI TIDAK BOLEH IKUTAN YA!”

“YAH! PARTNER KAU BILANG?!” Zhou Mi terlonjak. “HENLI ISTRIKUUUU!”

“Cukup! Hentikan!” Siwon menahan leher Zhou Mi dan Changmin yang sepertinya siap perang. “Bukan saatnya untuk bertengkar.”

“MEMANGNYA KAU TERIMA KALAU KAU HANYA DIANGGAP PARTNERNYA KIBUM, HAH?!”

“TENTU SAJA KIBUMMIE ISTRIKU!” Siwon balas membentak Zhou Mi sebelum berdeham menenangkan diri. “Tapi ini benar-benar bukan waktunya untuk bertengkar.”

“Dan bukan waktunya main drama,” lirih Kyuhyun yang untungnya tidak didengar siapapun.

“Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?” Hankyung menoleh ke arah Kyuhyun.

“Kalian dapat nomor telepon mereka kan, hyungdeul?” Kyuhyun memutar bola matanya malas, merasa paling frustasi sendiri karena ponsel Sungmin tidak aktif. “Cari dengan GPS.”

“Tidak aktif,” jawab Yesung. “Kau pikir kami belum melakukan itu?”

“Dan kami pikir ponsel mereka tidak aktif karena pesawat mereka sudah lepas landas,” tambah Yunho.

“Mungkin Siwon hyung benar.” Kyuhyun mengetuk-ngetuk ponselnya kesal. “Mungkin tujuan mereka memang bukan L.A”

“Sudahlah, aku tidak peduli.” Hankyung tak punya waktu untuk berpikir lebih. “Yang jelas kita tak punya tujuan lain. Berharap saja mereka masih di sekitar bandara.”

oOo

“Kepala pelayan bilang mereka sudah pergi ke bandara Incheon.” Sungmin menutup flip ponselnya. “Dengan Kyuhyunnie juga.”

“Haaahhh… aku ingin melihat wajah frustasi mereka.” Heechul menenggelamkan wajahnya ke bantal. “Pasti menyenangkan.”

“Jangan berkata begitu, hyung. Kedengarannya jahat sekali,” tegur Ryeowook.

“Bukankah Heechul hyung memang jahat?” Eunhyuk mengerjap, yang langsung mendapat lemparan bantal dari Heechul.

“Ngomong-ngomong kalian buang-buang uang sekali ya?” Sungmin meletakkan tangannya di pinggang. “Membayar sewa kamar hotel padahal sama sekali tidak menginap.”

Heechul terkekeh. “1 kamar untuk 7 orang itu lumayan murah, Ming.”

“Tujuh?” Sungmin menautkan alis. “Kalian membayar untukku juga?”

“Hn…” Heechul menjawab tidak jelas. “Kau yakin tidak mau ikut kami?”

“Ke L.A?” Sungmin mendengus. “Memangnya kalian punya tiket untukku?”

“Pakai saja tiket Eunhyuk.” Heechul menyeringai. “Sepertinya dia keberatan meninggalkan Donghae.”

“YAH! HYUNG!” Eunhyuk memukul punggung Heechul dengan bantal. “AKU TIDAK KEBERATAN!”

“Lalu kenapa wajahmu merah, Hyukkie?” Jaejoong merangkul bahu Eunhyuk dan menusuk-nusuk pipi tirus bocah monyet itu. “Sepertinya Hyukkie serius dengan ikan kesayangannya, eh?”

“Hae memang sangat manis! Tapi aku… tapi aku…” Hyukjae memeluk bantal di dadanya. “Aku tidak serius.”

“Hmmm…?” Jaejoong memiringkan kepalanya. “Kau yakin, Hyuk?”

“Jangan menggodanya seperti itu, Jae hyung.” Kibum menurunkan buku yang dia baca. “Aku tahu kau lumayan serius juga dengan Yunho.”

“Dan kau serius dengan Siwon.” Jaejoong menyeringai. “Buku apa itu yang kau baca? ‘Bagaimana cara mendekatkan diri dengan Tuhan’? Sejak kapan kau baca buku seperti itu?”

“Membaca buku pemberiannya bukan berarti aku serius dengannya kan, hyung?”

“Dasar sok cool.” Heechul mencibir.

“Apa bedanya denganmu, hyung?” Kibum tersenyum tipis. “Aku tahu kau cinta mati dengan Hankyung.”

“YAH!” Heechul tersentak. “DIA YANG CINTA MATI PADAKU!”

“Uri Mochi tidak ingin bicara sesuatu?” Sungmin menarik pipi Henry yang sejak tadi terdiam.

“Aku…” Alis Henry bersatu, berpikir keras, “… sepertinya sayang Mimi.”

6 orang yang mendengar kalimat itu melongo parah.

“Hah?” Ryeowook yang pertama kali bicara. “Kau serius?”

“Entah…”

“Henry…” Ryeowook menyentuh kedua pundak Henry. “Ingat kau sudah janji akan menemani Amber saat pulang ke L.A nanti.”

“Ya, ya… aku juga dengar janji itu,” sambung Eunhyuk. “Kau janji menemaninya sampai 3 hari penuh.”

“Mimi…” Henry memeluk lututnya, membuat semua orang di hadapannya memasang wajah penuh waspada.

“Henry Lau, you… you don’t fall for him, r-right?” Heechul berjongkok di depan Henry.

Henry tak merespon.

Heechul terperangah. “S-Sungmin!”

“Ya?” Sungmin tersentak karena Heechul tiba-tiba meneriakkan namanya.

“Pakai tiket Henry ke L.A nanti! Bocah ini tidak bisa kembali ke L.A!”

“YAH! Hyung! Kenapa seenaknya—”

“Kau tidak serius dengan Kyuhyun.” Heechul menginterupsi Sungmin tegas. “Kenapa kau mau bersusah payah serius dengannya jika pada dasarnya kau tidak serius?”

Sungmin menatap sengit. “Tidak serius bukan berarti tidak ingin serius, hyung.”

Hening lagi. Sepertinya pembicaraan ini merupakan hal baru bagi orang yang mendengar selain Heechul dan Sungmin.

“Kau… dan bocah bernama Cho Kyuhyun itu?” Ryeowook mendekati Sungmin dengan tatapan takjub. “Serius?”

Sungmin memalingkan wajahnya. “Bocah itu yang terlalu serius. Aku… aku hanya berusaha membalasnya, itu saja.”

“Yah! Ming! Bagaimana dengan Jung—” Eunhyuk menutup mulutnya cepat.

“Jungmo hyung?” Sungmin menautkan alisnya sedih. “Apa kau pikir ini belum saatnya untuk maju ke depan, Hyukkie hyung? Kurasa Jungmo hyung juga tidak mau jika aku terus-terusan meratapi masa lalu.”

Eunhyuk tampak menatap Ryeowook, lalu Ryeowook menatap balik sebelum menoleh ke arah Jaejoong, Jaejoong melempar pandangan ke arah Kibum, tapi Kibum tak peduli jadi Jaejoong berbalik ke arah Henry yang sedang meratapi Zhou Mi. “Heechul-ah…” Tatapan terakhir Jaejoong jatuh pada Heechul.

Dan Heechul merasa semua beban ditimpakan padanya.

“Apa maksudnya ini?” Sungmin menautkan alisnya bingung. “Diskusi dengan telepati?”

“Sungmin-ah…” Heechul meletakkan kedua tangannya di pundak Sungmin. “Lee—Kim Sungmin…”

“Apa, hyung?” Alis Sungmin semakin bertaut. Entah mengapa wajah Heechul yang terlalu serius terlihat sedikit menyeramkan baginya.

“Apa kau mencintai Jungmo?”

Sungmin merasa otaknya mendadak kosong. “Kenapa kau tanyakan hal seperti itu, hyung? It’s been a while…

“Apa kau tidak ingin, sekali saja…” Heechul menggigit bibirnya, merasa nafasnya tiba-tiba sesak, “… sekali saja menyatakan perasaanmu langsung padanya?”

Bola mata Sungmin melebar. “Hyung?” lirih Sungmin shock. “K-kau… kau tahu dimana… dimana Jungmo hyung? Kau tahu dimana Jungmo hyung dimakamkan?”

Heechul tercekat. Suasana semakin berat, dan tatapan cemas Jaejoong, Ryeowook, Henry, Eunhyuk, Kibum yang tertuju pada Heechul dan Sungmin sama sekali tak membantu.

“Yah… lihat, kan?” Heechul berusaha tersenyum karena Sungmin mulai menangis. “Bagaimana kau bisa serius dengan Kyuhyun jika kau masih terbebani oleh Jungmo?”

Sungmin menampik jemari Heechul yang ingin menyeka air matanya. “Beritahu aku, hyung.” Tangan mungilnya mencengkeram lengan Heechul. “Beritahu aku dimana makam Jungmo hyung!”

oOo

“Percuma.” Yesung membanting kunci mobilnya ke lantai. “Semuanya percuma!”

“Hiks… hiks… Hyukkieeee!”

“Berhenti menangis, Hae!” Changmin menampar belakang kepala Donghae. “Mereka hanya main-main dengan kita!”

“Aku tidak yakin Boojae hanya main-main…” Yunho menenggelamkan kepala di balik lutut. “Dia begitu… begitu…”

“Tidak usah mengingat kenangan yang sudah lewat, Jung Yunho.” Zhou Mi melempar lengan ke wajahnya yang memerah penuh emosi. “Semua itu hanya mimpi.”

“Ya.” Siwon memejamkan matanya. “Semuanya hanya mimpi.”

“Dan aku tidak ingin bangun lagi.” Hankyung meninju bantal sofa keras-keras. “ARRRGGGH! HEENIM!”

Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, silakan hubungi—”

PIK!

Rrrr… rrr…

Nomor yang anda hubungi sedang—”

PIK!

Tuuuttt… tuuttt…

Nomor yang anda hub—”

“HENTIKAN ITU, KYUHYUN!” Yesung menyambar ponsel Kyuhyun. “Percuma saja kau menelepon berkali-kali!”

Kyuhyun tak merespon, jemarinya masih bergerak seolah ponselnya masih dalam genggaman.

“CHO KYUHYUN!” Yunho menepuk punggung Kyuhyun keras-keras.

Bocah berkulit salju itu terdiam. Tangannya tergeletak lemah, matanya terus menatap kosong. “Min… Sungmin…”

Semua orang tenggelam dalam ratapan masing-masing.

“T-tuan muda…”

Sapaan itu memancing pandangan semua orang. “Ya?” Yesung menyahut tanpa minat, rasa kalut membuatnya tak sempat bersikap ramah pada kepala pelayan mansion keluarganya itu.

“Tuan muda Sungmin…”

Kyuhyun seketika menegakkan kepalanya. “A-APA?”

“… dan teman-temannya.” Kepala pelayan itu menelan ludahnya sekilas, ragu.

“CEPAT KATAKAN PADA KAMI!” Yesung berdiri dari duduknya, tak sanggup mengendalikan emosi.

“S-sekarang ada di hotel Grand Hyatt.”

Tanpa pikir panjang Yesung menyambar kunci mobilnya, diikuti semua orang berwajah frustasi di belakangnya.

BRAK!

Semuanya terpaku. Jemari Yesung hampir terjatuh lemah dari kenop pintu yang baru saja dia buka dengan kasar.

“Heeeh?” Pemuda cantik dengan seringai khasnya itu memiringkan kepala. “Kalian mau pergi kemana? Sepertinya mendesak seka—”

“HEENIIIIIIM!” Hankyung tak membiarkan pemuda cantik itu bicara lebih panjang lagi. “CHAGIYAAAA!”

Bruk! Bruk! Bruk! Bruk! Bruk! Bruk!

“HYUKKIEEEE!”

“BOOJAEEEE!”

“HENLI-YAAAAH!”

“KIBUMMIEEEE!”

“WOOKIEEE!”

Changmin mendecih. Memutuskan untuk berbalik saat semua orang sudah menemukan ‘kekasih’ masing-masing.

“Min?” Kyuhyun mengulurkan tangannya lemah, matanya masih mengerjap tak percaya.

See?” Sungmin tertawa pelan. “Everyone’s getting serious here.”

Grepp!

“Jangan pergi.” Kyuhyun berbisik di telinga Sungmin, menggesek hidungnya ke helaian pirang platinum pemuda manis itu. “Jangan pergi kemanapun.”

“Kyuhyunnie…” Suara creamy Sungmin menyapu lembut pendengaran Kyuhyun. “Aku masih disini. Masa kau tidak lihat?”

“Kupikir…” Kyuhyun menenggelamkan wajahnya ke leher Sungmin, menghirup wangi vanila disana. “Kupikir aku kehilanganmu, sungguh.”

“H-hyung… J-Jangan di…”

“Wookie-yahh…”

“Henliii…”

Sungmin melotot, kepalanya mendongak dari balik pelukan Kyuhyun. “YAAAH! KALIAAAN! MAU MELAKUKANNYA DI HALAMAN LUAR?! DASAR MENGERIKAN!”

oOo

“Jadi… kepulangan mereka hanya ditunda sampai besok?” Kyuhyun memainkan jemari Sungmin yang dia genggam. “Kau hanya meminta mereka untuk pamit baik-baik pada hyungdeul?”

“Ya, begitulah.” Sungmin tersenyum manis. “Kurasa mereka memang benar-benar menyukai hyungdeul, dan mereka sudah cukup mengakuinya.”

“Mereka mengakuinya?” Kyuhyun terkekeh saat jemarinya meraih helaian rambut pirang Sungmin. “Tak bisa kubayangkan.”

Sungmin memejamkan matanya, menikmati sentuhan Kyuhyun yang membelai setiap helai rambut dan setiap inchi kulit wajahnya. “Besok mereka akan pergi…” Suara Sungmin perlahan menghilang, “… pagi-pagi sekali.”

“Tapi kau tidak akan ikut pergi, kan?”

Hanya terdengar alunan nafas yang naik turun teratur.

Mata Kyuhyun melebar. Tertawa pelan saat menyadari Sungmin sudah jatuh tertidur. “Yah, Min…” Kyuhyun mengusap bahu Sungmin lembut. “Bagaimana kau bisa tidur sementara kita hanya berduaan seperti ini?” Sentuhannya terus turun, ke lengan Sungmin, ke pinggangnya, hingga Kyuhyun menemukan ujung kemeja pemuda mungil itu.

“Ng…” Sungmin menautkan alis dalam tidur saat jemari Kyuhyun menyusup ke balik kemejanya, menarik tubuhnya mendekat. “Mmmph… Kyu?”

Sungmin membuka matanya sayu saat bibir Kyuhyun menyentuh bibirnya, menyatukannya perlahan. “Kyu?”

“Hmm?” Kyuhyun merapatkan ciumannya, pelan namun pasti tubuh jangkungnya mulai mengurung tubuh mungil Sungmin di bawahnya.

“K-Kyu…” Sungmin menahan dada Kyuhyun dengan kedua tangannya. “Kita harus tidur malam ini.”

“Kenapa?” Entah bagaimana Kyuhyun menggenggam kedua pergelangan tangan Sungmin hanya dengan satu tangannya. Wajahnya mulai menyusup ke balik kerah kemeja Sungmin. “Sekolah besok dimulai jam 10, dan kurasa kita tidak akan terlambat hanya karena sedikit kesiangan.”

“Aku…” Sungmin meringis sekilas saat bibir Kyuhyun meninggalkan kissmark di perpotongan lehernya. “… aku benar-benar harus tidur. Hari ini aku lelah sekali.”

“Kenapa?” Bola mata Kyuhyun menggelap, bibirnya merambat ke bagian kulit bahu Sungmin yang belum tersentuh. “Kau harus pergi besok? Pagi-pagi sekali?”

Tubuh Sungmin menegang.

Kyuhyun tahu itu, Kyuhyun tahu.

“Sungmin-ah…” Kyuhyun mengangkat wajahnya, memperlihatkan evil smirknya saat menatap mata rubah Sungmin dalam-dalam. “Aku akan disini, terus disini. Sampai kau tidak bisa beranjak dariku sama sekali.”

oOo

– 7 hari kemudian –

“KYUHYUN HYUUUNG!” Taemin melompat masuk ke kamarnya, membuat Kyuhyun hampir terlonjak ke belakang.

“Y-Yah! Taemin-ah! Kau mau hyungmu mati muda gara-gara serangan jantung, hah?!”

“O-ORANG ANEH—MAKSUDKU 7 MAKHLUK ANEH ITU!” Taemin menunjuk-nunjuk ke belakang tubuhnya. “KENAPA… KENAPA… KENAPA MEREKA MUNCUL LAGI, HYU—HMMPH!”

“Yo! Pagi, Kyuhyun-ah!” Zhou Mi menyeringai senang karena bisa membungkam Taemin dengan sukses.

“Siap berangkat?” Yesung muncul dari bawah lengan Zhou Mi.

“Sepertinya kau sudah rapi.” Hankyung mendekat. “Tak perlu kurapikan, hm?”

“Ooi, Hankyungie~ aku merekam kalimatmu barusan, mau kukirim via voice note ke Heechul hyung sekarang juga?” Yunho tersenyum miring.

Hankyung melongo shock. “Y-YAAAH! YUNHOOO! AKU CUMA BERCANDAA! BERCANDAAA!”

“Jangan teriak-teriak.” Changmin menyandarkan bahunya di pinggir pintu. “Bisa-bisa tetangga datang semua nanti.”

“Lalu Hankyung dikeroyok karena dikira maling.” Donghae tergelak.

“HAEEE! Aku tidak pernah mencuri apapun!” sangkal Hankyung frustasi. “Yang pernah kucuri hanya hati seorang KIM HEECHUL!”

Rahang semua orang terjatuh. “HAAH?”

“Ampuni orang ini, ya Tuhan.” Siwon memijit batang hidungnya. “Dia sudah berbuat dosa terlalu banyak.”

“LEPASKAN AKU, MAKHLUK-MAKHLUK ANEEEEH!” Taemin berontak dari cekalan Zhou Mi dan Yunho. “TAK AKAN KUBIARKAN KALIAN MENDEKATI HYUNGKU LAGI!”

“Heeh? Tapi…” Yunho memiringkan kepalanya, memasang wajah tak berdosa. “Tapi kami sekelas dengannya, Taeminnie. Jadi tidak mungkin jauh-jauh.”

“JANGAN PANGGIL AKU ‘TAEMINNIE’!”

“Tapi itu cocok untukmu, Taeminnie,” Hankyung terkekeh, tangannya dengan sengaja mendarat di atas kepala Taemin. “Kami ini kakak iparmu, jadi cobalah bersikap ramah pada kami.”

“KAKAK IPAR?!” Taemin berjengit shock. “YAH! KAKAK IPARKU HANYA SUNGMIN HYUNG!”

“Hyah, Sungminnie itu dongsaeng kami.” Yesung menatap Taemin aneh. “Kalau kau adik ipar Sungminnie, berarti kau adik ipar kami juga.”

Taemin melongo, baru menyadari apa yang dimaksud.

Kyuhyun terkekeh geli.

Aku titip hyungdeul padamu—eh, atau kau yang kutitipkan pada hyungdeul?” Kalimat ringan Sungmin kembali terbayang. “Aku tidak akan cemburu seperti anak kecil lagi. Kau mau selingkuh dengan mereka juga aku tidak peduli.”

Tapi kau harus tahu konsekuensinya—” Wajah Sungmin terlalu imut walaupun dengan evil smirk terpampang disana. “—Heechul hyung, Jaejoong hyung, Eunhyuk hyung, Kibum hyung, Ryeowookie, Henry-yah, mereka lebih mengerikan daripada semua setan-setan di neraka digabung jadi satu kalau sedang marah.”

Aku akan kembali, Kyu~ setahun, dua tahun, mungkin? Tapi kau tidak perlu menungguku. Takutnya aku terlalu betah di L.A dan tidak mau pulang lagi.”

Kyuhyun mendengus saat kalimat itu terngiang di benaknya. Di balik wajah malaikatnya, Sungmin benar-benar jahat. Kyuhyun tahu, dan dia selalu tahu. Khas Sungmin, meninggalkannya tanpa janji-janji palsu.

“Aku akan pulang, tapi jangan menungguku.”

“Aku akan berusaha mencintaimu, tapi kau jangan berharap banyak.”

“Aku mencintaimu… ng… Jungmo hyung?”

Jungmo hyung—Kim Jungmo—makhluk mengerikan itu, entah bagaimana caranya, masih hidup.

Dan hal terakhir yang terbayang di benak Kyuhyun…

… Sungmin tersenyum manis padanya, sangat menyilaukan sampai Kyuhyun nyaris meleleh. Jemari mungil itu menarik tengkuknya, bibir pinkish itu menciumnya begitu lembut hingga otak jenius Kyuhyun seolah berhenti bekerja.

Hei, Kyuhyunnie.”

Suara creamy itu menyapu halus telinganya.

Aku mencintaimu.”

Saat itu Kyuhyun menunggu, lama… lama… sampai Sungmin menghilang dari pandangannya. Pemuda mungil itu sama sekali tak menyebut ‘Jungmo hyung’ sebagai tambahan.

Mungkin hanya ilusi Kyuhyun saja, tapi Kyuhyun memutuskan untuk tidak peduli.

Dia tak butuh siapapun. Dia tak butuh putri cantik, atau pangeran tampan, atau ibu peri baik hati. Dia tidak butuh sesuatu yang sempurna seperti dongeng-dongeng yang dibacakan ibunya waktu Kyuhyun dan Taemin masih kecil. Penyihir jahat seperti Sungmin juga tak masalah. Karena Kyuhyun benar-benar mencintainya, benar-benar menginginkannya, tak peduli itu buruk atau baik baginya.

“Aku juga mencintaimu.” Kyuhyun meraih apel mini di dekat mejanya, mengecup permukaan merah mengkilapnya sekilas. “Lebih daripada kau mencintaiku, bodoh.”

oOo

Continued to Ever After

Advertisements

66 thoughts on “Snow Prince (Chapter 12)

  1. kiri chaaaaan. ini akuuuuu :3 (tau ga nih? LOL)
    hehehe FYI aja aku baca chap ini doang sm chap 11, mau bc dr chap 1 ga kuat sama kyunyaaaaa >,< hahahaaaa
    aku udah baca yg SP ever after, makanya penasaran gituuuu
    yuhuuuu seperti biasalah ff mu TOP BGT. Aku tunggu karya2mu selanjutnya yah 😀 (Terutama FWY kyaaaaaaaa XD)
    Oh ya semangat juga yah buat KKNnya ^O^

  2. Yosh ! Akhirnya update juga setelah sekian lama nunggu xD.

    Heechul masih belum mau jujur sama perasaannya. Ah, itu sungmin kenapa kamu malah suka nyebut jungmo saat tidur?..
    Masih ada perasaan mungkin, tapi sedikit yang tersisa. Kyuhyun benar-benar berjuang keras untuk cintanya pada sungmin :).
    -And Happilly Ever After, puti salju bertemu dengan pujaan hatinya :v
    kocakk.. Tapi diselipin juga nyeseknya. Walau gak kentara tapi ini bagus suer.. -.-v. Kocak sama romantismenya dijadiin satu, buat pembaca jadi kaya baca novel xD.

    • hehehe iya nih update juga, hehehehe
      heenim belum jujur tapi akhirnya jujur juga kok walaupun nggak diceritain, huhu
      masih terkenang jungmo itu mingnya 😦
      hehehe gomawoyo 😀
      masih jauh kok kalo dibandingin sama novel 🙂

  3. ming dan kawanannya lumayan bahaya disini -_-
    biasa seme beperan jd player kakap, aahh gak tau ngemeng apa mau lanjut kesebelah aja deh hhehe

    keep writing

  4. “For Loveless”

    duh! Awalnya rada ambigu, tapi aura ‘jlebnya’ udh berasa dek.
    Salah paham rupanya, dan Sungmin sedikit agak(?) egois.
    Biar hurt, tp ttp ada yg nyempil kocaknya. Itulah kenapa kakak suka sama tulisanmu dek. Biarpun dibilang gaje, tp ttp aja berasa seru. Haha…

    Kyu sama Jino cuma jd korban. Hailaahh… Udh wajar Klo seandainya Min agak disakiti diawal. Dan untungnya Kyu cpt sadar pada ingatannya(?) hehe…

    Rajin update ya dek! Semangaaatt!! *o*

  5. tunggu tunggu!!*plokk*nepukjidat*

    tadinya kan aq mu marah2.

    itu ituuu*nunjukffloveless.
    kenapa ada adegan Kyu-Jin(?)-nya?

    cemburuuuuuu ditambah lagi abis baca ga bisa langsung koment… jadi jerawat dah ini mah…
    T__T

    tega bgt sie bikin kyu lg kisseu kisseu ma orang laen*dihajar… aq aja bacanya ampe sambil merem(?).

    ya ampun… di ciptakan emng untuk membuatku cemburu tuh orang kayaknya…

    untung foto hanimun kyumin kesebar(?) kalo ngga , beneran bakal jadi jerawaaaaatttt….. huhuhu

    • huhuhu mianhae, ffku udah banyak yg ming kisu2an sama orang lain, jadi biar adil bikin satu yang kyuhyunnya begono T^T
      komen disini aja gpp, maaf kalo bikin jerawatan ><
      wkwkw ff jangan disamakan dengan fakta, di ff ada angst hurt horror crime dst, faktanya mah kyumin romaaaaaaaaaance mulu XD XD
      iya itu honeymoon di hawaiinya blak2an banget, tau lah di belakang kamera selalu lebih dasyat, lha ini di depan kamera aja udah begono apalagi di belakang O.O
      thanks for komen 😀

  6. ampuuuunnnnn kenapa pada gaje banget sie orangnya… kkkkk
    ooc banget dah.

    baca ff, sequelnya dulu tuh gimanaaaa gt rasanya*plak
    jadi ga penasaran lagi T___T

    jadi ga bisa coment “sequel donk” kkkk
    tapi ga papa~~~ yang penting ada sequelnya~~~ trus ga jadi marah2nya karna ngegantung(?) kkkk

    oiaaaaaa mu nagih ff yg laeeeennnn. manaaaaaaa???
    falling without you manaaaaaaa*plakk

    jangan sampe aq bikin ending sendiriiiiii*digaplok Kiri-chan*

    yosh!! cemungudlah!!! ><

    • hahahaha pada stress XD
      emang sengaja biar gak pada penasaran :p
      falling without you selalu diusahakan huhu, tapi ya itu belum ada ide T^T
      hahahah ide bagus, ayo bikin ending sendiri ><
      semangat jugaaaa 😀

  7. gantung.. TvT
    kasian kasian kyu udah dapet first time nya ming.. eh tapi ming nya langsung kabur
    jungmo bukan mantan ming kan ?? hanya teman tapi kelewat mesra #plak ?? semoga ini koment bisa ke kirim .. amieen

  8. oemji —‘
    pantesan kok aku ga nyambung, ternyata driku baca yg sequelnya dulu baru chap terakhir ini -___-
    ooh kirichan kau membuatku bingung..knapa yg ini link-nya ga d tag jugaaa TToTT
    terua terang aku disini malah mikirin changmin loh —‘ kesian banget dia ga ada pasangannya, jomblo ngenes banget..haahah..
    apalagi dia selalu ngeliat adegan2 “panas” itu dri org2 gatam -,-
    masa bgituan d halaman sih -,-

    ending yg bgus kok kirichan, krna ada sequelnya haahaha..
    klo ini kgak dibikinin sequelnya, mungkin aku bakal menghantuimu seumur hidup, haaha..
    lanjutkan terus ff yg terhutangnya :))

    • nggantung sih, huhu… baca sequelnya dulu jadi udah tau ceritanya kan? nggak ngerasa gantung lagi, hehehe…
      changmin udah pacaran sama kulkas, ntar kulkasnya cembokur kalo changmin punya yg laen2, kkk~ XD
      hahahha udah ditegur ming kok, nggak jadi di halaman #lol
      kkk~ jangan menghantui dong ><
      oke, gomawooo 😀

  9. yahhh dah end yach…hueeeee bikin sequel donk dmn min balik lg nemuin kyu ya ya ya
    kacian bgt kyu abis enak2an d tinggal lg ma min…..jungmo itu dah mati pa g ce?
    pengen jg da moment d setiap couple kkkk

  10. Beuh! Jahatanyaaa~ =.=
    masa lgsung dikasih sekuel, tanpa tahu crta selanjutnya. Pada akhirnya part ini hrus tetap dibaca dek–meski mundru: Gk peduli mau gaje apa gk, yg pnting jelas.
    Huwaaaa.. T.T
    tp gpp deh… Nih kakak Baru nemu.. Baru baca..
    Curiga sih.. Berasa ada part yg hilang =.=” ternyata benar!
    lain x gk boleh gt! Apapun itu hrus kasih tw kakak, dek. Wakakka xD

    ttp semangat nulis ya.. #kissue..

    • kalo gaje ya berarti nggak jelas kak, ehehehe…
      tapi bagusan baca sequelnya dulu nggak sih? jadinya nggak deg2an soalnya udah tau kelanjutannya XD
      huhuhu mianhae, lain kali tetep kasih tau deh >< *niatnya mau surprise tapi malah jadinya janggal ye? hadeh =,=a*
      gomawo kakak! kakak juga semangat nulis ya! 😀

  11. Aaakkkkhhhhhhh aku baru tau part akhirnyaaa 😦
    pantesan aku baca bentar yg -ever after- kayak ada yg kurang dan perasaan aku bca part 11 belum Fin. eh ternyata bener pas cek di wp ada part 12, eonni gak bagi2 link toh buat part ini. hehe
    hahhh tp untungnya aku ngecek dulu XD

    Tp ada untungnya juga sih eonni aku baru tau part 12 pas muncul sequel, soalnya biar gak terlalu sedih Ming malah pergi ke L.A.. hahaha XD
    Dannnnn nanti tinggal cusss ke Ever After nanti malam. hehe 😉

    • huhuhu habis endingnya gantung sangat, mending baca sequel dulu baru ending iya nggak sih? *digebukin*
      iya itu sequelnya bikin nggak sedih, musim hujan gini jangan yang sedih2 lah :3
      huhuhu gomawoooo >< ditunggu chingu 😀

  12. we o we banget ini.. O.o

    kok kyuhyun bilang jungmo masih hidup?

    Ah yang penting diakhirnya sungmin udah bilang cinta ke kyuhyun. Ntar aku baca sequelnya ah, ada di ffn kan? btw falling without you nya ditunggu~

  13. Hahaha….
    Untung ga dipromoin ini ya. Jelas bakal ngamuk kalau belum nongol sequelnya. Ini aja sekalipun udah liat sequelnya netep mikir ‘ini apa’?! Demi apa endingnya kayak gini???
    щ(゚Д゚щ)(屮゚Д゚)屮

    Aku selalu suka selera humormu dan juga sinisme yang kadang malah bikin senyum-senyum simpul itu.
    Dan demi apa pula Jungmo masih hidup???!!! Karakter Sungmin luar biasa sekali untuk ukuran anak berumur pertengahan belasan. 16 kah? Atau 15 aku lupa.
    Oke lah, aku mau langsung lanjut ke omakenya. Atau sequelnya. Awas aja kalau itu juga gantung!! Kupastikan kau juga akan kuseret ke Monas nemenin Anas. *apa ini*

    Oiya, Loveless itu tidak ada link buat commentnya ya?
    Aku baca lho. Dan agak ngeri juga slight pairingnya lumayan intim gitu.
    Sakit ati bacanya. Tapi entah mengapa kalau kamu yang bikin aku ga bisa marah. Dan malah lega beruntun di endingnya. Yup yup, Love you Af-chan… ❤ ❤

    • hahaha iya makanya itu XD
      malah saya mengharapkan orang2 baca sequelnya dulu baru baca endingnya, biar berasa ngeramal masa depannya kyumin disini #lol
      sinisme? eh adakah disini? *nggak ngerasa* =,=a
      dia 15 eon, walaupun sebenernya belum genap 15, hahhh… kalo ngetik snow prince sering lupa loh umurnya ming, dia anak kelas 1 SMA tapi hasil akselerasi, tapi dewasanya udah banget-banget-banget, kyu juga ketularan dewasa… itu para hyungdeul juga masih 16 tapi kelakuan habis ketemu para uke doh banget *salahkan authornya dah XD XD*
      sequelnya nggak nggantung kok eon >< hehehehe
      hehehe iya mian nggak ada kolom komennya, biasalah ff lama nggak dikasih kolom komen (itu aslinya ff lama banget, tapi saya rewrite)
      mianhaeyo, kalo buka fanfiction gallery selalu ada warning kok soal crack pair dan segala macam, tapi kalo bukanya lewat halaman depan emang sering nggak waspada sih 😦
      i love you too eonni 😀
      gomawoooo

  14. Huwaaaa kenapa ngegantung kayak gini end nya….
    pokoknya ditunggu sequelnya ya…jangan kau gantungkan aku chingu~~#lebaymodeon
    Jangan lama2 ne!!sama itu ff yang Falling Without You aku juga terus nungguin

  15. aku gak nyangka snowprince endingnya begitu, tapi syukur deh ada sequelnya.
    apaan deh min mempermainkan perasaan kyu! untung kyu putri yg baik hati dan tidak sombong jadinya sabar. coba evil kyu dilindes itu min~ *dilindes balik*
    temen2nya min terutama chullie minta dilempar semenya! ganggu2 hubungan kyumin. min kan udh mau jatuh cinta sm kyu! malah dibawa ke l.a
    oke segini dulu*terlalu panjang* ditunggu oneshot dan sequel dan lanjutan ffmu. hwaiting!! ^^9

    • hehe iya chingu ada sequelnya kok 🙂
      putri baik hati dan tidak sombong? #lol
      hahahah iya untungnya begitu ya XD XD
      iya tuuu para uke gangguin kyumin XD XD evil!ukeeee
      nado hwaiting!
      gomawo 😀

  16. kyu ujung2nya ditinggal…….., kasihan kyu…., untungnya diksh tau dluan klo da sequel…., kalo g pasti…….#gigit2bantal, ditunggu sekuelnya…

  17. jdi sbnrny jungmo udah mati blm??? Ming ke LA mw nyatain perasaanny dmakam jungmo?
    perasaan ming gmn jg blm jelas,blm tegas dy cnta sm kyu g…
    jd btuh sequel yg g gntung dan jelas sejelas”ny kkkk

    Dtnggu Sequelny scepatny y sma falling without you ny kpn dlnjut? it juga dtnggu bgt XD ^^

    • iya ini segalanya belum jelas, makanya akan dijelaskan di sequelnya, hohoho *semoga jelas*
      falling without you masih stuck, huhu
      mianhaeee *deep bow*
      gomawo for komen 😀 #hug

  18. Ah! Padahal uda mau protes karena tiba tiba tamat ternyata ada sekuel… Mengharapkan hanchul dengan porsi yg lebih banyak haha bahkan kalo perlu bikin side story buat masing masing couple~

    Sebenernya jungmo kemana……

    • huhuhu mian kyumin aja lagi stuck apalagi hanchul >< udh nggak sesemangat dulu bikin ffnya, sekarang lebih banyak writer's blocknya, mianhaeee *deep bow*
      jungmo ilang ke laut #plakkk!

  19. A/n membungkam segala protes, hahaha…

    Jungmo msih hidup?
    Yeay!!!
    Bagus2 cz sy lbih suka org ke tiga ny jungmo dri pd yg laen klo dri
    pihak umin, dri pihak kyu lebih seru klo org ke tigany kiri-chan#plak

    ditunggu sequelnya
    hwaiting

    • hehehe
      lho kok ‘yeay’? bagusan jungmo masih idup yak? #plakk!
      hahahah kalo saya jadi orang ke3, mending dari pihak umin jangan dari pihak kyu #plakkk!
      gomawoyooo 😀

  20. Tamattt????hugft untung ada sekuelnya
    G sbr nih liat min balik dr us atau kyu yg kesana hahaha para hyungdeul lucu amat,udah fall in love
    Pingin liat min cemburu ama kyuuu 😦
    Penasaran amat ama sekuelnya nih,sekuelnya jangan lama” donggg :)) yaaa,hehehe

  21. HAHHH???
    Apa-apaan tuh tulisan ‘Fin’? Kenapa tiba2 nongol aja?
    Astaga setelah nunggu ini chapter 3x puasa 3x lebaran kayak nunggu bang toyib,kenapa tiba2 dikasih ending yang sangat menggantung dan mengganjal(?) gini?
    Jadi sebenernya jungmo itu masih idup apa udah end #plak ?

    Ditunggu sekuelnya,jangan lama2 juga ya eon.
    Btw merana banget nasib changmin disini khekhekhe #evil laugh bareng kyumin
    Fighting^^

    • iya itu tiba2 nongol #plakkk!
      hahahahah maaf kalo gantung, sequel siap dipublish kok 😀
      jungmo masih hidup pas lagi end *apa ini?*
      nggak lamaaa, diusahakan nggak lama 😀
      gpp merana, changminnie kan kuattt XD XD XD
      nado fighting! 😀

  22. wah saya baca malam2, dongeng sebelum tidur Af kukukuku

    Jadi Kyuhyun sudah menikah dengan Sungmin, bahasanya Kyu menikah padahal mah ‘this and that’ XD

    itu serius Jungmo masih hidup? ko bisa? dia ga kya di sinetron2 itu kan udah mati hidup lagi atau jangan2 mati suri lebih parah udah dikubur hidup lagi #plakk

    Ming tinggal bilang cinta ke Jungmo kali yah biar hatinya lega coz Ming kya punya perasaan terpendam ma Jungmo sih yang belum disampaikan gra2 Jungmo pura2 mati, Btw kenapa mesti bohongin Ming yah soal kematian Jungmo? kejam juga orang masih sehat walafiat di bilang mati.. Kalo Ming sama Jungmo kamu aku gentayangin loh Af XD

    akhirnya ke 5 pangeran tampan menemukan putrinya, udah sehat matanya ga salah liat si Kyu jadi putri aigoo demi kaki dan ketek Kyu yang berbulu lebat. Changmin doang mesake tenan =,=

    eaaaaa banyak nanya kan jadinya emang mesti jadi cenayang kali kekekeke
    Sequelnya ditunggu loh Af jangan lama2 kalo bisa besok yah #DiGetok

    • saya juga nulis ini malam2, mungkin kita jodoh #plakkk!
      bahasa kyu sok halus banget, padahal kalo pake bahasa jawa jadi ‘kawin’ #trollololololol
      iya jungmo bangkit dari kuburan XD XD XD *jadi pelm horror*
      wkwkwk ming akhirnya mengejar jungmo demi kelegaan hati XD XD hohoho sini gentayangin, jangan lupa bawa makananan pas dateng gentayangin aye #plakk!
      iya itu matanya para seme langsung beniiiing liat para uke, otak langsung waras, tubuh langsung bugar, nyahahhahahah
      rapopo lah, biarkan changmin mencari belahan jiwa sendiri, se7en kek, sooyoung kek, victoria kek, yeonhee kek, IU kek, seohyun kek #lol
      ini sequel siap publish, moga2 tidak mengecewakan #ngarep
      gomawoooo 😀

  23. apa-apaan ini? tamat dengan begini aja??
    terlalu banyak yang belum dijelasin jadi sequelnya ditunggu…hahahahaha
    ngemeng2 ff yang judulnya loveless itu comment-nya di sini aja ya…kekekeke
    sama2 horornya sih kyuhyunnya di snow prince atau pun loveless,..
    oke, ditunggu sequelnya, jangan lama2, sekalian falling without you-nya
    keep fighting!!!! ^_^

  24. jadi Jungmo gak mati. dan Ming bener2 balik cuma mau ketemu Jungmo? hweeee… T.T kyupil gimana dong.
    aku pikir, Kyu tdi mau makan tuh apel yg dia udah ksh pengawet spya mati. ternyata cuma di cium. aku salah baca =.=
    aku ikut bca, dri chap 1 unnie~ maaf cuma di review skrng.
    semangat ya lanjutinnya~~
    FWY juga ya~~ *plak

  25. Demi apa ini tamat Af?
    betewe sekuelnya kapan terbit?#digatak
    weeheheheeh…
    jadi itu si Jungmo masih hidup gitu?
    terus Sungmin balik ke LA?
    Dia balik sama Jungmo juga???
    sumpah ini beneran gantung… =_=

    • huhuhu daaay aku cinta padamuuuuuu #plakkkk!
      sequelnya lagi proses, ditunggu dulu kalo mau, huhuhuhu….
      iye lah jungmo bangkit dari kubur #plakeplakeplakkk!
      lagi banyak gantungan ni musim ujan *gak nyambung*

  26. kyaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!ini apa?kenapa aku baru nemu?apa fic ini udh lama bgt?klo gitu aku hrs baca chap sebelumnya.oh ya, tntu saja aku nantikan sequelnya, krn aku g bgtu paham bgmn bs mereka seperti itu…..karakter mereka dsni bnr2 ajaib ya…ah sudahlah, pkoknya aku penasaran dg chap sblm dan sequelnya, jd,,,aku segera bc aja deh y chap sblmnya…dan aku tunggu sequelnya….^^

    • lama banget, hehe… dari taon 2011 gak tamat2 T^T
      chap2 sebelumnya alay, huhuhu… mungkin lebih baik tak usah dibaca
      iya karakternya ajaib banget, ooc juga banyak dah, biasa ff lama masih eksperimen =,=a
      gomawoyo 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s